Terjemah Tuhfatul Athfal Bab Nun Sukun Dan Tanwin

Diposting oleh ating sirojudin pada 23:26, 19-Jul-13

Di: Ilmu Tajwid , Tuhfatul Athfal

Bismillah,

6. linnuni in taskun walit tanwini - arba'u ahkamin fakhudz tabyini

[ hukum bagi nun jika sukun dan hukum bagi tanwin - terdapat empat macam hukum maka ambilah penjelasan-penjelasanku ]

Penjelasan ringkas

Bait ke enam ini merupakan awal pengarang memaparkan kepada kita tentang hukum-hukum tajwid. Dimana bab yang pertama kali pengarang kemukakan adalah bagaimana hukum-hukum atau cara-cara membaca nun sukun dan tanwin saat berhadapan dengan huruf-huruf hijaiyyah.

Cara membaca nun sukun dan tanwin saat berhadapan dengan suatu huruf dari huruf-huruf hijaiyyah ini terbagi menjadi empat hukum, yang masing-masingnya akan disebutkan pada bait-bait sesudah bait ini.

7. Fal awwalul izhharu qobla ahrufi - lilhalqi sittin rutibat falta'rifi

[ maka yang pertama izhhar sebelum huruf-huruf - pada tenggorokan yang berjumlah enam secara berurutan maka ketahuilah ]

8. Hamzun faHaun tsumma ainun hau - muhmalataini tsumma ghoinun khou

[ hamzah kemudian Ha kemudian 'ain - tak bertitik kemudian ghoin dan kho ]

Penjelasan

Dalam dua bait ini, pengarang menyebutkan kepada kita tentang hukum yang pertama dari nun sukun dan tanwin.

Yakni, hukum yang pertama dari cara membaca nun sukun dan tanwin saat bertemu huruf hijaiyyah adalah izhHar.

Izhhar secara bahasa berarti jelas, nampak. Adapun secara istilah ilmu tajwid maka yang dimaksud izhhar adalah " ikhroju harfin min makhrojihi " artinya mengeluarkan suatu huruf dari makhrajnya, tentu dengan maksud agar huruf tersebut terdengar jelas dan terang.

Maka yang dimaksud dengan mengizhharkan nun sukun atau tanwin disini adalah menyuarakan nun sukun dengan jelas, terang, sehingga tidak menjadi samar.

Kemudian, Nun sukun atau tanwin ini harus dibaca secara izhhar bila ia bertemu dengan huruf-huruf halaq (tenggorokan) yang jumlahnya enam buah, yakni hamzah, ha (besar), ain, ha (kecil), ghoin, dan kho.

Karena sulit untuk membuat contoh tanpa langsung menggunakan font arabic, maka ana mohon maaf tidak bisa menyertakan contoh-contohnya yang sebenarnya sangatlah diperlukan untuk lebih memudahkan pemahaman, semoga hal ini kedepannya bisa diperbaiki.

9. Wats tsani idghomun bisittatin atat - fi yarmiluna 'indahum qod tsabatat

[ yang ke dua idgham saat bertemu enam huruf yang terdapat - pada lafadz yarmiluna disisi para ulama telah tetap ]

10. Lakinnaha qismani qismun yudghoma - fihi bighunnatin bi yanmu 'ulima

[ tetapi idgham ini terbagi dua sebagian di idghamkan - dengan disertakan ghunnah didalamnya yakni saat diketahui bertemu huruf-huruf yanmu

11. Illa idza kana bikilmatin fala - tudghim kadunya tsumma shinwanin tala

[ kecuali jika keberadaan keduanya dalam satu kalimat maka jangan - mengidghamkannya seperti lafadz dunya dan shinwanin saat keduanya dibaca ]

12. wats tsani idghomun bighoiri ghunnah - fil lami war ro-i tsumma karrironnah

[ yang ke dua idgham bighairi gunnah - pada lam dan ro kemudian tikrorkanlah ]

Penjelasan

Empat bait ini menjelaskan tentang hukum yang kedua dari cara membaca nun sukun atau tanwin saat bertemu huruf hijaiyyah, beserta beberapa ketentuannya.

Yang kedua dari cara membaca nun sukun dan tanwin saat bertemu huruf hujaiyyah adalah idgham.

Idgham secara etimologi adalah idkholu syai-in fi syai-i, yakni memasukan sesuatu kedalam sesuatu lainnya.

Secara istilah ilmu tajwid, idgham adalah " idkholu harfin liharfin akhor " yakni memasukan suatu huruf ke dalam huruf lainnya. Maka mengidghamkan nun sukun atau tanwin artinya memasukan bunyi nun sukun atau tanwin ke dalam bunyi hurup di depannya sehingga bunyi nun sukun atau tanwin itu lenyap tak terdengar ditelan bunyi hurup yang ada didepannya dengan mengesankan seolah-olah hurup didepannya itu bertasydid meski zhahirnya tidak bertasydid._Bahasa mudahnya, nun sukun atau tanwin itu tak usah dibaca saja, dan yang dibaca cukup hurup yang berada sebelumnya yang ditasydidkan pada huruf sesudah nun sukun atau tanwin itu.

satu contoh, lafadz " min malim " maka bila diidghamkan menjadi dibaca " mim-malin ". dsb.

Kemudian pada bait selanjutnya pengarang menerangkan tentang huruf-huruf yang membuat nun sukun atau tanwin harus di idghamkan saat bertemu dengannya.

Nun sukun atau tanwin harus dibaca idgham bila bertemu enam buah huruf hijaiyyah berikut, yaitu ya, ra, mim, lam, wawu, dan nun. yang agar mudah dihafal maka para ulama menyatukan huruf-huruf ini menjadi satu kata yakni yarmilun. Jadi cukup mengingat kata yarmilun ini berarti kita sudah mengingat semua hurup-hurup idgham dalam bab nun sukun ini, ya untuk ya, r untuk ra, mi untuk mim, l untuk lam, u untuk wawu, dan n untuk nun.

Kemudian, bait selanjutnya menjelaskan bahwa hukum idghamnya nun sukun atau tanwin saat bertemu salah satu dari enam hurup idgham ini terbagi dua :

Yang pertama pengidghaman dengan disertai ghunnah, dinamakan dengan idgham bighunnah atau idgham ma'al ghunnah. Idgham artinya nun sukun atau tanwin itu harus dimasukan, bighunnah artinya dengan disertai keluarnya suara ghunnah.

Tapi apa itu ghunnah? Ghunnah adalah " ikhroju shouti minal khoitsum " yaitu mengeluarkan suara dari jalur (lubang) hidung,atau bisa juga kita artikan menggetarkan suara pada lobang hidung sehingga terdengar berdengung. Dan suara ghunnah ini harus ditahan selama dua harkat (ketukan).

Walhasil, idgham bighunnah adalah memasukan bunyi nun sukun atau tanwin kedalam hurup idgham yang ada di depannya dengan disertai pengeluaran suara dengung dari hidung selama dua ketukan.

Kemudian, nun sukun atau tanwin ini harus dibaca idgham bighunnah bila bertemu empat hurup idgham berikut, yaitu ya, nun, mim, dan wawu.

Pada bait ke 11, pengarang memberi catatan khusus bagi nun sukun, bahwa berlakunya hukum idgham bagi nun sukun ini apabila nun sukun tersebut berbeda kalimat (kata) dengan huruf idgham yang ditemuinya.

Untuk memudahkan pemahaman kita akan kaidah ini maka terlebih dahulu akan ana petakan posisi keberadaan hurup nun sukun pada sebuah kata :

1. Posisi nun sukun menjadi hurup tengah suatu kata, contoh " dunya " dal, nun sukun, dan ya, dimana nun sukun posisinya berada di tengah,sementara ketiganya adalah sama-sama merupakan bagian dari susunan kalimat (kata) dunya. Ini artinya bila hurup sesudah nun sukun itu adalah hurup idgham, maka terjadilah pertemuan antara nun sukun dan hurup idgham yang dikarenakan nun sukun dan hurup idgham itu adalah dua buah hurup yang menjadi penyusun terbentuknya sebuah kata maka dinamailah pertemuan seperti ini dengan pertemuan dalam satu kalimat (kata).

2. Nun sukun menjadi hurup akhir penyusun sebuah kalimat (kata), maka secara automatis hurup yang berada di depannya adalah hurup awal dari hurup-hurup penyusun kata lainnya. Bilamana hurup awal yang menjadi penyusun kata lainnya itu terbuat dari hurup-hurup idgham, maka saat itu terjadilah pertemuan antara nun sukun dengan hurup idgham, dan karena masing-masingnya terdapat pada kata yang berbeda, maka dinamailah pertemuan seperti ini dengan pertemuan beda kalimat.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

7 tanggapan untuk "Terjemah Tuhfatul Athfal Bab Nun Sukun Dan Tanwin"

Sirojan Muniro Dua pada 13:21, 21-Jul-13

ajibtu liman ta'allama wa allama.. Syukron ya syeik, hadza huwal ilmun naafi. Inzil fi ma'hady annaa syi'ta wa kaifa syi'ta. Jazakalloh.

ating sirojudin pada 19:03, 31-Jul-13

ahlan bihudhurika fi makani hadza ya syaikh. afwan lau kana ma aktubu khotho-an, au zallan, annahu laisa anna illal mubtadi', fa insya allohu an ajuroka ajalan.

ating sirojudin pada 19:04, 31-Jul-13

ahlan bihudhurika fi makani hadza ya syaikh. afwan lau kana ma aktubu khotho-an, au zallan, annahu laisa anna illal mubtadi', fa insya allohu an ajuroka ajalan.

dede jamaludin pada 13:17, 04-Agu-13

hebat bener bang aiting postnya keren".....

ating sirojudin pada 22:16, 06-Agu-13

@dede jamaludin
nuhun kang dede, sudah singgah!

ihwan pencari ilmu pada 13:55, 27-Agu-13

hadir akhi. .
Ilmunya insyaallah bermanfaat. . .

ating sirojudin pada 17:25, 27-Agu-13

@ihwan pencari ilmu,
terimakasih sudah singgah, akh! terimakasih juga untuk do'anya!

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)